Hari ini: Rabu, 28 Juni 2017 16:03

BERITA PROPERTI

Senin, 26 September 2016 10:05
Jakarta,SolusiProperti.com-Daya tarik arsitektur suatu negara tak hanya menambah keindahan kota, tetapi juga meningkatkan kinerja sektor pariwisata. Maka, bukan hal aneh banyak negara berbondong-bondong merancang dan membuat bangunan ikonis berbentuk unik yang mampu memikat turis berfoto di depan bangunan tersebut.

GALERI FOTO

Rabu, 10 Februari 2016 15:30
SolusiProperti.com – Perkembangan pembangunan sektor properti khususnya di kota besar di Indonesia selain Jakarta tetap masih berjalan. Ini karena permintaan konsumen untuk sektor ini masih banyak dan menarik. Salah satunya adalah pengembang PT Kopel Lahan Andalan (Kopelland) yang berencana untuk berinvestasi di kota Bandung.

GALERI VIDEO

Rabu, 11 November 2015 13:55
SolusiProperti.Com - Ini adalah aneh dan paling menakjubkan bangunan di dunia. Beberapa mungkin mempertanyakan orang yang merancang ini, mereka di mana orang lain mungkin memberikan beberapa inspirasi untuk berpikir secara berbeda tentang desain aneh tapi menakjubkan seperti ini.

SoperMart - Property Digital Marketplaces

Buka Toko Gratis!
Barometer Otomotif Terkini

Indonesia Kalah Jauh dari Malaysia Soal Pemenuhan Rumah

Senin, 26 September 2016 09:21
Ilustrasi
Jakarta,SolusiProperti.com-Porsi kredit properti dari keseluruhan pengajuan kredit yang tercatat, sangat rendah. Padahal, untuk menentukan suatu bangsa makmur atau tidak, salah satunya dengan melihat dari pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat.

Penentuan ini dilakukan dengan menghitung rasio KPR terhadap pendapatan domestik bruto (PDB).

‎"Rasio Indonesia hanya 2,8 persen.‎ Tetangga kita, Malaysia 37,8 persen. Paling dekat sama kita adalah Filipina, itu pun masih di atas kita 3,3 persen," ujar Direktur Utama Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo, di Semarang, beberapa waktu lalu.

Jika dibandingkan, Amerika Serikat merupakan negara paling makmur dengan jumlah rasio 76,9 persen.

Sementara itu, total kredit yang ada di perbankan pada 2015 tercatat Rp 4.058 triliun. Dalam total kredit ini, kredit properti hanya menempati porsi 14,5 persen saja.

"Dari jumlah itu, untuk kredit properti, termasuk real estate, konstruksi, dan kredit pemilikan rumah (KPR), kurang lebih Rp 602 triliun," sebut Ananta.

Adapun dari total jumlah kredit properti, kredit KPR berjumlah Rp 326 triliun. Sementara untuk real estate dan kontruksi masing-masing Rp 103 triliun dan Rp 173 triliun. (YN)

Baca juga:
Barometer Teknologi Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Comment Form is loading comments...
Barometer Wisata Terkini
Redaksi: redaksi@solusiproperti.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-573 6969 · Fax 021-579 02988
Henny di 0811-999-1717 · henny@mustangcorps.com