Hari ini: Kamis, 21 Agustus 2014 05:24

Iklan Niaga

Solusi Promosi Produk-produk Perusahaan Anda, Dan Dapatkan Target Terbaik. Hub. 0215747057
Promo Holiday Dan Diskon Voucher Hotel
Dapatkan Tiket-tiket Promo Liburan Keluarga Anda, Online Domestik Dan Internasional, Resv: 0215747057
Liburan Hemat Bersama Keluarga Idaman Anda, Promo Berbagai Destinasi Terbaik. Hub: 0215747057
Sewa Mobil Terbaik, Jaminan Harga Terjangkau, Jaminan Unit, Mengutamakan Layanan Pelanggan, Hub: 0215747057

BERITA PROPERTI

Selasa, 19 Agustus 2014 12:00
SolusiProperti.com - Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz kembali menyampaikan bahwa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2015 mendatang masih akan disalurkan. Hanya saja, Djan bersikukuh FLPP tidak lagi akan diberikan untuk pembelian rumah tapak, namun hanya akan untuk pembelian satuan rumah susun (rusun).

GALERI VIDEO

Senin, 11 Agustus 2014 12:39
SolusiProperti.Com-Jika manusia modern menghadapi ruang semakin kurang hidup karena banyak dari mereka yang sudah diambil atau berada di luar jangkauan harga kami, Patrick Kennedy menawarkan solusi untuk masalah Anda. Dia membayangkan setara rumah seorang Mobil Pintar, tempat yang sangat kecil tapi satu yang menawarkan semua fasilitas dari sebuah rumah biasa. Ruang yang kecil dilengkapi dan memiliki semua peralatan Anda mungkin perlu, tentu saja untuk skala yang lebih kecil. Kata ketertiban dalam desain ini harus "tertanam". Banyak hal datang dari hal lain atau memiliki fungsi ganda. Area duduk dekat jendela terbit, menjadi dalam sebuah meja makan instan keren dengan kursi. Para meja dapur dilengkapi dengan wastafel kecil dan oven konveksi yang menyembunyikan bawahnya.
Barometer Otomotif Terkini

Sebulan Tak Dibayar Bakrie, Kontraktor Australia Mogok Kerja

Jumat, 7 Juni 2013 12:50

SolusiProperti.com - Sejak akhir bulan lalu, perusahaan jasa kontraktor asal Australia Leighton Holdings Ltd menghentikan aktivitas anak perusahaan mereka di tambang batu bara Senakin dan Satui, Kalimantan Selatan, yang dimiliki PT Bumi Resources.

Alasan Leighton mogok lantaran perusahaan tambang milik konglomerat Aburizal Bakrie itu belum membayar biaya jasa mereka lebih dari 30 hari. Infrastruktur dan operasional sehari-hari tambang Senakin dan Satui selama ini dikelola oleh PT Thiess Contractors Indonesia, anak perusahaan Leighton.

Perwakilan Leighton dalam rilis pers mengatakan keputusan mogok diambil sejak 26 April lantaran ada ketentuan kontrak yang tidak ditaati Bumi. Namun, berapa persisnya uang yang seharusnya dibayarkan kubu Bakrie kepada perusahaan asal Negeri kanguru itu tidak dijelaskan.

Menanggapi tindakan Leighton, kubu Bumi mengaku kecewa. Direktur Utama Bumi Dileep Srivastava menegaskan pihaknya sudah membayar biaya jasa Thiess sesuai kontrak. Dia balik menuduh tindakan anak usaha Leighton itu tak patut dan melanggar kewajiban yang sudah disepakati.

"Kami sangat kecewa karena Thiess mengambil langkah sepihak. Keputusan mereka menghentikan operasi menurut kami sangat menyalahi aturan sesuai kontrak kerja yang berlaku," ujarnya dalam rilis yang diterima merdeka.com, Jumat (7/6).

Dileep sekaligus mengecam tindakan itu karena mengorbankan para pekerja yang kini menganggur. Ada pula potensi perekonomian masyarakat terganggu akibat mogok yang dilakukan Thiess.

Petinggi Bumi heran mengapa perusahaan Australia itu bisa bertindak sendiri tanpa membicarakan masalah pembayaran jasa baik-baik, seperti yang mereka lakukan selama ini.

"Kedua pihak sudah bekerjasama selama 12 tahun terakhir. Sebelumnya jika ada masalah bisa diselesaikan dengan baik dan sesuai aturan," kata Dileep.

Pihak Leighton pada pernyataan terakhir mengatakan mogok ini tidak akan dilakukan terlalu lama. Asal hak mereka dibayarkan, maka kegiatan operasional di dua tambang itu akan dimulai kembali.

Sebelum mogok itu berlangsung, produksi batu bara di Senakin dan Satui mencapai 3 juta ton per bulan. Bumi menargetkan penjualan 74 juta ton batu bara tahun ini, meningkat dibanding kinerja 2012 yang menghasilkan 68 juta ton.

Meski target produksi meningkat, perusahaan milik Bakrie ini memang masih digelayuti mendung. Tahun lalu Bumi mencatat kerugian USD 666,2 juta, karena harga batu bara di pasaran jatuh. [uj]

Baca juga:
Barometer Teknologi Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Comment Form is loading comments...
Barometer Wisata Terkini
Redaksi: redaksi@solusiproperti.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Kristian S di 0813-829-107-89 · kristian@mustangcorps.com · Blackberry: 298FA749