Hari ini: Jumat, 31 Juli 2015 09:41

Iklan Niaga

Dapatkan Promo Holiday Dan Diskon Voucher Hotel

BERITA PROPERTI

Selasa, 27 Januari 2015 10:40
SolusiProperti.com -  Peneliti memprediksi bahwa pada tahun 2025, dunia akan memiliki 37 kota besar, yang didefinisikan sebagai wilayah perkotaan dengan lebih dari 10 juta orang.

GALERI VIDEO

Selasa, 18 November 2014 09:49
SolusiProperti.Com-Furnitur asal Swiss yang didesain oleh Micasa Lab ini merupakan kursi goyang terunik yang pernah ada.
Barometer Otomotif Terkini

Akhir Tahun Ini Bank Mandiri Meluncurkan KIK-EBA

Senin, 1 Oktober 2012 16:15

SolusiProperti.Com-Rencana untuk menerbitkan kontrak investasi olektif efek beragun aset (KIK-EBA) semakin jelas oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Menurut yang di targetkan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Mandiri segera merilis produk tersebut di akhir tahun 2012.

"Kami keluarkan KIK-EBA karena obligasi rekapitalisasi yang AFS (available for sale) mencapai Rp 54 triliun. Itukan sudah kami keluarkan melalui penjualan obligasi rekap yang di-bundling dengan pinjaman valas dan sebagian sisanya yang untuk KIK-EBA (tapi bukan seluruhnya untuk KIK-EBA)," jelasnya saat ditemui di Jakarta, Senin (1/10).

Sayangnya, Zulkifli belum mau mengungkapkan berapa besaran dari obligasi rekap yang akan dikeluarkan untuk mekanisme KIK-EBA ini. "Sedang mulai jalan, tapi belum bisa sampaikan angka-angkanya," elaknya.

KIK-EBA ini memang menarik bagi Mandiri mengingat produk itu berkaitan dengan kredit pemilikan rumah (KPR). Selain itu produk KIK-EBA ini juga merupakan jangka panjang. Dan pertumbuhan KPR di Bank Mandiri cukup baik yang tahun ini sudah mencapai Rp 20 triliun. "Pertumbuhan KPR tahun ini mencapai 31% tapi di Juli dan Agustus sudah ada penurunan, jadi 27%," ungkap Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala N. Mansury di kesempatan yang sama.

Penjualan KIK EBA tersebut akan dikhususkan untuk pasar domestik terutama nasabah dana pensiun. Sebagai catatan saja, produk KIK EBA saat ini belum terlalu populer. Bahkan hanya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) saja yang sudah menerbitkan produk ini. Likuiditas perdagangan KIK EBA di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun masih sepi peminat dan belum terlalu likuid.

Kurang 'lakunya' produk berjenis sekuritisasi aset ini disinyalir karena masih minimnya sosialisasi ke masyarakat. Padahal KIK EBA dapat menjadi salah satu alternatif investor untuk berinvestasi selain saham dan obligasi.

Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), di sepanjang 2012 total sekuritisasi dari empat produk KIK-EBA baru mencapai Rp 1,95 triliun. Keempat produk EBA tersebut adalah Danareksa SMF I-KPR BTN, Danareksa SMF II-KPR BTN, Danareksa BTN01-KPR dan Danareksa.[sr]

 

Baca juga:
Barometer Teknologi Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Comment Form is loading comments...
Barometer Wisata Terkini
Redaksi: redaksi@solusiproperti.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 7588039D
Henny di 0813-829-107-89 · henny@mustangcorps.com · Blackberry: 29FFC7C4