Hari ini: Kamis, 27 Juli 2017 23:31

BERITA PROPERTI

Senin, 26 September 2016 10:05
Jakarta,SolusiProperti.com-Daya tarik arsitektur suatu negara tak hanya menambah keindahan kota, tetapi juga meningkatkan kinerja sektor pariwisata. Maka, bukan hal aneh banyak negara berbondong-bondong merancang dan membuat bangunan ikonis berbentuk unik yang mampu memikat turis berfoto di depan bangunan tersebut.

GALERI FOTO

Rabu, 10 Februari 2016 15:30
SolusiProperti.com – Perkembangan pembangunan sektor properti khususnya di kota besar di Indonesia selain Jakarta tetap masih berjalan. Ini karena permintaan konsumen untuk sektor ini masih banyak dan menarik. Salah satunya adalah pengembang PT Kopel Lahan Andalan (Kopelland) yang berencana untuk berinvestasi di kota Bandung.

GALERI VIDEO

Rabu, 11 November 2015 13:55
SolusiProperti.Com - Ini adalah aneh dan paling menakjubkan bangunan di dunia. Beberapa mungkin mempertanyakan orang yang merancang ini, mereka di mana orang lain mungkin memberikan beberapa inspirasi untuk berpikir secara berbeda tentang desain aneh tapi menakjubkan seperti ini.

SoperMart - Property Digital Marketplaces

Buka Toko Gratis!
Barometer Otomotif Terkini

Tertundanya Akad KPR FLPP, Penjualan Rumah Turun Murah

Sabtu, 21 Januari 2012 10:18
SolusiProperti.Com-Dengan tertundanya akad kredit pemilikan rumah (KPR) berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), penjualan rumah murah bertipe 36 meter persegi dan di bawahnya turun 10%. 

"Total unit yang tidak jadi terjual karena ditundanya FLPP itu 8.000 unit. Padahal suplainya ada 80.000 unit," ujar Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesa (Apersi) Eddy Ganefo.

Eddy menuturkan, tertundanya akad kredit lantaran Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) belum melakukan perjanjian kerja sama operasional (PKO) baru dengan bank penyalur FLPP.

Itu mengakibatkan penjualan rumah tak jadi dilaksanakan. "Kerugian bukan hanya di pengembang tapi juga konsumen."

Eddy juga memproyeksikan penjualan rumah murah khususnya yang di bawah 36 meter persegi bakal makin turun bila Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang mengatur luas lantai minimal 36 meter persegi diterapkan.

Penjualan bakal turun hingga 50% dari 80 ribu rumah murah yang tersedia. Saat ini Apersi masih memfinalisasi naskah untuk uji materi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 yang bakal diajukan ke Mahkamah Konstitusi pada pekan depan.[sr]

Barometer Teknologi Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Comment Form is loading comments...
Barometer Wisata Terkini
Redaksi: redaksi@solusiproperti.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-573 6969 · Fax 021-579 02988
Henny di 0811-999-1717 · henny@mustangcorps.com