Hari ini: Senin, 21 April 2014 09:08

Iklan Niaga

Kunjungi Website Ini, Tentukan Posisi Iklan Mu, Dapatkan Harga Terbaik Dan Jaminan Pengunjung Setia Kami.. 02182434009
Dapatkan Informasi Destinasi Terbaik Saat Ini, Paling Banyak Diminati Banyak Orang........ Hubungi 0215747057
Kami Siapkan Mobil Dan Driver Terbaik, Harga Jelas Beda, Jaminan Perjalanan Keluarga Anda...... Hubungi 0215747057
Dapat Informasi Terkini Berbagai Otomotip Serta Teknologi Terbaik Saat Ini....
Cari Hotel Bersih, Murah ? Dapatkan Benefit Dari Reservasi Kami Dan Kami Berikan Harga Terbaik. Resv : 0215747057

BERITA PROPERTI

Sabtu, 19 April 2014 11:00
SolusiProperti.com - Belakangan ini sering terjadi bencana alam di mana-mana, bukan hanya di Inndonesia tapi di berbagai belahan negara lainya pun ta luput dari bencana, terlebih saat ini tengah memasuki musim penghujan. Dan terhitung Selama sepuluh tahun terakhir berbagai macam bencana besar mengguncang dunia. Mulai dari angin topan, banjir, tornado, kebakaran, gempa bumi, longsor, tsunami, dan yang paling terbaru yaitu topan Haiyan di Filipina. Bencana ini merenggut banyak jiwa dan harta benda. Sejumlah ahli meteorologi memprediksi badai yang lebih intens akan terjadi sepanjang 2014.

GALERI VIDEO

Senin, 17 Juni 2013 09:50
SolusiProperti.Com - Ini adalah aneh dan paling menakjubkan bangunan di dunia. Beberapa mungkin mempertanyakan orang yang merancang ini, mereka di mana orang lain mungkin memberikan beberapa inspirasi untuk berpikir secara berbeda tentang desain aneh tapi menakjubkan seperti ini.
Barometer Otomotif Terkini

Merangkul Asosiasi REI dan Apersi, Bank Jatim Kini Incar KPR Subsidi

Minggu, 19 Februari 2012 11:00

 SolusiProperti.Com-Bank Jatim dengan semangat menggarap KPR tahun ini. Bank yang sebagian besar sahamnya milik Pemerintah Provinsi Jatim ini merangkul asosiasi seperti Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) agar mendapat kuota penyaluran KPR untuk rumah yang mereka bangun tahun ini.  

 

Penyelia Operasional Kredit PT Bank Jatim, Totok Winarno mengungkapkan, pihaknya berupaya merangkul asosiasi agar bisa meningkatkan penyaluran KPR tahun ini. Sebagai langkah awal, pihaknya melakukan door to door dari pengembang satu ke lainnya agar bisa bekerjasama lebih efektif. “Upaya itu mendapat antusias dari pengembang. Mereka banyak memberi masukan kepada kita,” ujarnya ditemui di Graha REI Jatim, Jumat (17/2). 
 
Bank Jatim Cabang Utama. tahun ini mematok realisasi KPR naik 24% dari realisasi tahun lalu dengan suku bunga KPR sebesar 9,75% fixed selama satu tahun, selanjutnya floating rate. Untuk realisasinya, tahun 2011 Bank Jatim berhasil menyalurkan KPR dari cabang utama sebesar Rp8 miliar, sementara tahun 2010 realisasi dari cabang utama sebesar Rp1,273 miliar. “Plafon KPR tahun ini sebesar Rp10-Rp15 miliar,” lanjutnya. 
 
Ketua DPD REI Jatim, Erlangga Satriagung berpendapat, KPR di Indonesia perlu didorong agar bisa tumbuh lebih cepat. Berdasarkan penilaiannya, KPR di Indonesia masih lamban disebabkan prinsip kehati-hatian perbankan dalam mengucurkan kredit. “Perbankan seharusnya lebih fleksibel dalam mengucurkan dana kredit tanpa mengurangi asas prudential banking,” kata Cak Er, sapaan akrab Erlangga. 
 
Cak Er menambahkan selama ini perbankan dalam mengucurkan kredit properti, masih melihat aspek kesehatan pengembang yang membangun kawasan perumahan. Selain itu pihak bank tidak memiliki tenaga ahli penilai kredit properti. 
 
“Mestinya, untuk KPR yang dinilai itu adalah lokasi rumah dibangun, apakah bangunannya sudah ada atau tidak. Kalau lokasi strategis, rumah sudah dibangun, dan pembelinya sudah ada, tidak ada alasan bagi bank untuk menolak permohonan KPR,” tegas Ketua REI Jatim yang belum genap setahun menjabat ini. 
 
Lambannya KPR perbankan yang diungkapkan Direktur PT Jatim Graha Utama ini didukung oleh data Bank Indonesia. Selama tahun 2011, BI mencatat realisasi KPR hanya Rp 170 triliun dari total kredit perbankan sebesar Rp 2.500 triliun.  
 
Di Jatim, data BI Surabaya menyebutkan pada tahun 2011 KPR terkucur sebesar Rp 6,868 triliun dari total kredit yang mencapai Rp 190,572 triliun. Menurut Cak Er, idealnya sektor properti mempunyai kontribusi 1/3 atau 33 terhadap total kredit. “Artinya, sektor properti ini hanya menyumbang sekitar 7% hingga 8% dari total kredit yang terserap,” imbuhnya.[sr]

Baca juga:
Barometer Teknologi Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
   
Barometer Wisata Terkini
Redaksi: redaksi@solusiproperti.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Kristian S di 0813-829-107-89 · kristian@mustangcorps.com · Blackberry: 298FA749