Hari ini: Rabu, 22 Oktober 2014 06:58

Iklan Niaga

Grand Theater Nasional, Tiananmen Square, The Forbidden City, China Imperial Palace, The Juyongguan Great Wall, Madian Mosque, Niujie Mosque
Mobil Bagus, Terawat, Spesial, Dijual Murah, Siap Pakai, Berbagai Merek Dari Berbagai Produk....
Percayakan Brand Produk Anda Berkembang Bersama Media Kami, Dan Dapatkan Pengunjung Setia Kami Menjadi Klien Anda. Hub. 0215736969
Rencanakan Perjalanan Keluarga Anda Dengan Wisata Hemat Ke Bali, Lombok Dan Destinasi Lainnya. Informasi
Dapatkan Tiket-tiket Promo Liburan Keluarga Anda, Perjalanan Dinas, Online Domestik Dan Internasional, Resv: 0215747057

BERITA PROPERTI

Selasa, 21 Oktober 2014 14:00
SolusiProperti.com - Ibnu Tadji, yang merupakan Ketua Asosiasi Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia (APERSSI) sependapat dengan pandangan bahwa akan terjadi over supply di 2015 jika tingkat leasing terus menurun. Hanya, menurut Ibnu, pada 2015 dan seterusnya nanti tingkat okupansi apartemen kelas menengah atas dan atas tidak akan mengalami penurunan okupansi. "Itu benar, namun ada segmentasinya. Segmen menengah atas tidak akan kosong, justru bertambah. 2015 ada AFTA, akan banyak ekspatriat mencari rumah. Saya tidak sependapat untuk semua segmen. Kalau untuk masyarakat bawah (MBR), bisa over supply. Apartemen tidak mudah diperoleh oleh MBR. Justeru, kalau untuk menengah atas atau atas demand-nya naik."

GALERI VIDEO

Senin, 11 Agustus 2014 12:39
SolusiProperti.Com-Jika manusia modern menghadapi ruang semakin kurang hidup karena banyak dari mereka yang sudah diambil atau berada di luar jangkauan harga kami, Patrick Kennedy menawarkan solusi untuk masalah Anda.
Barometer Otomotif Terkini

Merangkul Asosiasi REI dan Apersi, Bank Jatim Kini Incar KPR Subsidi

Minggu, 19 Februari 2012 11:00

 SolusiProperti.Com-Bank Jatim dengan semangat menggarap KPR tahun ini. Bank yang sebagian besar sahamnya milik Pemerintah Provinsi Jatim ini merangkul asosiasi seperti Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) agar mendapat kuota penyaluran KPR untuk rumah yang mereka bangun tahun ini.  

 

Penyelia Operasional Kredit PT Bank Jatim, Totok Winarno mengungkapkan, pihaknya berupaya merangkul asosiasi agar bisa meningkatkan penyaluran KPR tahun ini. Sebagai langkah awal, pihaknya melakukan door to door dari pengembang satu ke lainnya agar bisa bekerjasama lebih efektif. “Upaya itu mendapat antusias dari pengembang. Mereka banyak memberi masukan kepada kita,” ujarnya ditemui di Graha REI Jatim, Jumat (17/2). 
 
Bank Jatim Cabang Utama. tahun ini mematok realisasi KPR naik 24% dari realisasi tahun lalu dengan suku bunga KPR sebesar 9,75% fixed selama satu tahun, selanjutnya floating rate. Untuk realisasinya, tahun 2011 Bank Jatim berhasil menyalurkan KPR dari cabang utama sebesar Rp8 miliar, sementara tahun 2010 realisasi dari cabang utama sebesar Rp1,273 miliar. “Plafon KPR tahun ini sebesar Rp10-Rp15 miliar,” lanjutnya. 
 
Ketua DPD REI Jatim, Erlangga Satriagung berpendapat, KPR di Indonesia perlu didorong agar bisa tumbuh lebih cepat. Berdasarkan penilaiannya, KPR di Indonesia masih lamban disebabkan prinsip kehati-hatian perbankan dalam mengucurkan kredit. “Perbankan seharusnya lebih fleksibel dalam mengucurkan dana kredit tanpa mengurangi asas prudential banking,” kata Cak Er, sapaan akrab Erlangga. 
 
Cak Er menambahkan selama ini perbankan dalam mengucurkan kredit properti, masih melihat aspek kesehatan pengembang yang membangun kawasan perumahan. Selain itu pihak bank tidak memiliki tenaga ahli penilai kredit properti. 
 
“Mestinya, untuk KPR yang dinilai itu adalah lokasi rumah dibangun, apakah bangunannya sudah ada atau tidak. Kalau lokasi strategis, rumah sudah dibangun, dan pembelinya sudah ada, tidak ada alasan bagi bank untuk menolak permohonan KPR,” tegas Ketua REI Jatim yang belum genap setahun menjabat ini. 
 
Lambannya KPR perbankan yang diungkapkan Direktur PT Jatim Graha Utama ini didukung oleh data Bank Indonesia. Selama tahun 2011, BI mencatat realisasi KPR hanya Rp 170 triliun dari total kredit perbankan sebesar Rp 2.500 triliun.  
 
Di Jatim, data BI Surabaya menyebutkan pada tahun 2011 KPR terkucur sebesar Rp 6,868 triliun dari total kredit yang mencapai Rp 190,572 triliun. Menurut Cak Er, idealnya sektor properti mempunyai kontribusi 1/3 atau 33 terhadap total kredit. “Artinya, sektor properti ini hanya menyumbang sekitar 7% hingga 8% dari total kredit yang terserap,” imbuhnya.[sr]

Baca juga:
Barometer Teknologi Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Comment Form is loading comments...
Barometer Wisata Terkini
Redaksi: redaksi@solusiproperti.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Kristian S di 0813-829-107-89 · kristian@mustangcorps.com · Blackberry: 298FA749